Penting! Inilah Pengertian Biaya yang Terdapat Pada Kartu Kredit

Memiliki kartu kredit mungkin akan memberikan banyak kemudahan dan kepraktisan dalam bertransaksi. Memang, kartu kredit sudah diakui sebagai salah satu alat transaksi non tunai yang mampu mendukung kepraktisan dalam transaksi sehari-hari. Ditambah lagi dengan kesempatan menikmati beragam privelege, seperti cashback, diskon harga, airport lounge, points rewards, dan lainnya.

Namun, dibalik kemudahan itu semua, ada suatu hal yang harus dibayar oleh para nasabah. Selain bunga transaksi yang mencekik untuk transaksi belanja dan tarik tunai, kartu kredit ternyata juga membebankan berbagai macam biaya lainnya. Oleh karena itu, ada baiknya Anda memahami pengertian biaya yang terdapat pada kartu kredit tersebut sebelum memutuskan untuk menggunakannya. Simak penjelasan lengkapnya sebagai berikut.

  1. Biaya Materai

Biaya materai merupakan biaya kartu kredit yang sering kali dilupakan oleh nasabah. Biaya ini dikenakan jika transaksi kartu kredit mencapai nilai batas tertentu. Jika mengacu pada PP No. 24 Tahun 2000, nominal biaya materai hanya dibebankan untuk nominal transaksi melebihi Rp 250.000.

  1. Biaya Tahunan

Agar tetap bisa menggunakan alat transaksi ini, maka biaya ini harus Anda keluarkan. Bank penerbit kartu kredit biasanya membebankan biaya tahunan ini ke dalam tagihan pertama nasabah. Namun, ada juga penerbit yang menagih biaya tahunan setelah penggunaan kartu kredit berlangsung satu tahun.

  1. Biaya Keterlambatan

Jika Anda selaku nasabah terlambat dalam melunasi tagihan atau melampaui batas tanggal jatuh tempo, maka penerbit kartu kredit akan mengenakan penalti kepada Anda, biasanya sebesar 3% dari total tagihan, atau sebesar nilai maksimum yang telah ditetapkan oleh penerbit.

  1. Biaya Bunga

Saat ini, bunga kartu kredit di Indonesia sekitar 27% per tahun atau 2,25% per bulan. Seandainya Anda selaku nasabah membeli sebuah barang dengan sistem cicilan, maka bank akan mengenakan biaya bunga. Sebagai contoh, untuk cicilan tetap ringan mulai periode 3 bulan sampai 24 bulan, maka penerbit akan mengenakan biaya bunga dengan besaran tertentu.

  1. Biaya Tarik Tunai

Kartu kredit tidak hanya digunakan untuk transaksi belanja saja, tetapi juga untuk transaksi tarik tunai. Namun, transaksi tarik tunai dengan menggunakan kartu kredit dibebani biaya yang tidak sedikit.

  1. Biaya Penggantian Kartu

Apabila kartu kredit Anda rusak atau hilang, maka untuk mendapatkannya kembali, Anda akan dibebani biaya penggantian kartu baru. Besaran biaya penggantian kartu tersebut tergantung pada kebijakan masing-masing penerbit. Ada yang menetapkan sebesar Rp 30.000 dan ada juga yang mengenakan biaya hingga Rp 50.000.

  1. Biaya Cetak Tagihan Bulanan

Mungkin biaya ini terdengar cukup aneh. Tapi pada faktanya, beberapa penerbit kartu kredit akan mengenakan biaya cetak tagihan bulanan pada nasabah. Besaran biayanya bervariasi, ada yang mematok Rp 15.000, ada juga yang kurang atau lebih dari itu.

  1. Biaya Pembatalan Cicilan

Biaya ini akan dikenakan jika Anda berusaha melunasi cicilan lebih awal sebelum jangka waktu cicilan tersebut berakhir. Misalnya, Anda membeli HP seharga 5 juta dengan skema cicilan dan masa pinjaman 6 bulan. Bila Anda melunasi tagihan tersebut sebelum jatuh tempo pada bulan keenam, maka Anda akan dikenakan biaya pembatalan cicilan. Besaran biaya pembatalan cicilan bervariasi, tergantung masing-masing penerbit.

Inilah secara umum pengertian biaya yang terdapat pada kartu kredit. Pahami dan pertimbangkan biaya-biaya tersebut sebelum memutuskan untuk menggunakan kartu kredit. Tujuannya, agar Anda tidak shock ketika mendapati dan menanggung biaya-biaya tersebut. Bila anda membutuhkan pinjaman untuk membayar tunggakan kartu kredit, anda bisa mengajukannya ke tempat pinjaman online terpercaya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *