Kisah Inspiratif : Segelas susu

Segelas susu untuk biaya operasi

Carlos adalah seorang pemuda yang sedang mengenyam pendidikan sarjana jauh dari kampung halamannya, berangkat dari keluarga yang sederhana ia ingin mewujudkan mimpi menjadi seorang dokter spesialis. melihat keadaan keluarganya yang tidak begitu mewah maka ia berinisiatif untuk berjualan peralatan rumah tangga untuk menutup biaya kuliah dimana ia tidak bisa membabankan biaya tersebut kepada orang tuanya yang jelas tidak mampu, setiap lepas dari jam kuliah carlos menjajalkan dagangan nya dari rumah kerumah di sekitar daerah tempat ia ngekos. pada suatu hari ia pun menjajalkan dagangannya pada sebuah kompleks perumahan yang begitu padat, hari itu matahari begitu terik setelah beberapa saat ia berkeliling tak satupun juga dagangan nya laku, dan ia merasakan lapar yang teramat sangat sementara uang yang ada di sakunya tinggal 1 sen saja dan tentu tidak akan cukup untuk dibelikan makanan,
maka ia berfikir akan memberanikan diri untuk meminta makanan pada rumah selanjutnya di mana ia akan mencoba menawarkan barang dagangan nya.

kisah segelas susu
sampailah Carlos pada sebuah rumah yang cukup sederhana dan tidak begitu mewah di banding rumah-rumah yang lain di kompleks tersebut yang telah ia datangi ia pun mengetuk pintu rumah, taklama berselang keluarlah wanita paruh baya menyambutnya dengan senyuman, sembari menanyakan maksud dan tujuan Carlos berkujung ke rumahnya, Carlos pun memperkenalkan diri dan tidak lupa menawarkan barang dagangannya. wanita itu melihat-lihat barang dagangan Carlos sambil terus mengajak bicara, menanyakan Asal, tempat tinggal, Kesibukan dan lain-lain dengan menahan lapar pun Carlos terus menjawab setiap pertanyaaan dari wanita itu, sementara melihat keadaan wanita itu carlos pun mengurungkan niatnya untuk meminta makanan namun ia terasa sudah tak sanggup lagi dengan kondisi perutnya yang sejak pagi belum terisi apapun juga, maka karlos memberanikan diri meminta segelas air putih kepada wanita paruh baya itu sekedar untuk membasahi tenggorokannya yang kering akibat panas matahari.

“tunggu sebntar ya nak…, saya akan ambilkan”

sambut wanita itu dengan ramah sembari bergegas berdiri masuk kerumah meninggalkan carlos yang duduk di atas kursi rotan di teras rumah wanita itu, ternyata wanita itu tau bahwa Carlos sebenarnya sedang kelaparan, maka ia mengambilkan sepotong roti dan segelas susu besar kemudian diberikan nya kepada Carlos.

“ini nak silahkan di minum dan di makan rotinya…”
tegur wanita itu dengan santun,
carlos pun langsung menegak segelas susu yang diberikan dan memakan sepotong roti tersebut hingga habis, kemudian Carlos mengucapkan terima kasih kepada wanita paruh baya tersebut.
“Terima kasih bu,, karena hari ini dagangan saya belum ada yang laku maka saya tidak bisa membayar apa yang ibbu berikan kepada saya dengan sejumlah uang,
maka ambil lah barang dagangan saya bu untuk mengganti sepotong roti dan segelas susu yang telah saya minum”
Carlos berucap dengan penuh terima kasih sambil menyodorkan kotak dagangannya kehadapan ibu paruh baya itu.

kembali dengan senyumnya wanita itu menjawab
“Tidak nak ibu ikhlas memberikan nya kepada anda..”
kemudian Carlos pun kembali berkata kepada wanita tersebut.
“Baik ibu terimakasih sekali lagi, atau mungkin untuk ini saya anggap saya berhutang kepada ibu…”
mendengar ucapan Carlos tersebut wanita itu mejawab lagi
” tidak nak,,, orang tua kami selalu mengajarkan untuk tidak pernah mengharap bayaran atas kebaikan yang kita lakukan”

Akhirnya Carlos pun meninggalkan rumah tersebut setelah berpamitan, dari situ Carlos merasa lebih kuat dan segar lagi untuk melanjutkan perjalanan, bukan hanya secara fisik namun keimanannya terasa semakin kuat setelah berjumpa dan mendengar kata-kata dari wanita paruh baya tersebut.

Waktu pun berlalu Carlos sudah menjadi seorang dokter spesialis dan bertugas pada sebuah Rumah sakit di kota besar. dan pada suatu hari Carlos bertemu pasien seorang wanita yang sedang mengidap penyakit aneh seperti semakam tumor ganas yang menggerogoti tubuhnya, pada data pasien yang ia terima di situ tercatat pasien atas nama Estera dan adalah pasien rujukan dari rumah sakit di kota kecil tempat dimana Carlos dulu pernah kuliah. Maka ia teringat dengan sosok wanita yang dulu pernah memberinya segelas susu dan sepotong roti. Bergegaslah Carlos ke kamar pasien tersebut, sekilas ia tatap wajah pasien yang sedang memejamkan matanya, Carlos begitu ingat wajah wanita itu dengan senyum santunya yang seolah abadi di bibirnya Carlos pun yakin bahwa wanita ini adalah wanita yang memberinya segelas susu beberpa tahun yang lalu, Hari hari Carlos pun merawat wanita ini dengan penuh tanggung jawab dan terus mencoba menyembuhkan penyakitnya beberapa kali operasipun di lakukan untuk menyembuhkan penyakit wanita ini, dengan perjuangan dan doa wanita itupun berangsur membaik namun dia tidak tahu bahwa dokter yang menanganinya adalah Carlos, pemuda yang dulu pernah bertamu kerumahnya menjajalkan peralatan rumah tangga.
sampai pada suatu saat ketika wanita itu telah sehat benar dan di perbolehkan untuk pulang seorang suster menghampirinya
“ibu,, sudah boleh pulang hari ini, ada mobil di depan yang akan mengantar ibu pulang sampai di rumah”

dengan cirikhas senyumnya yang santun wanita itu menyahut
“terima kasih suster, tapi saya dan keluarga saya belum mengurus administrasinya kan?…”
kemudian suster itu kembali menjawab
“semua sudah di selesaikan bu,, biayanya semua sudah dibayar”
selesai mengatakan itu suster menyodorkan sepotong kertas recipt administrasi rumah sakit kepad wanita itu

wanita itu terkejut melihat daftar biaya rumah sakit yang begitu besar, dan bertanya-tanya siapa yang telah membayar semua biaya ini
belum selesai ia berfikir wanita itu membalik kertas tersebut dan di situ ada tulisan tangan yang bunyinya
“semua sudah terbayar dengan segelas susu dan sepotong roti, semoga sehat selalu ibu…”
betapa terkejutnya wanita itu dan dia segera mengingat tentang sosok Carlos< pemuda mahasiswa kedokteran yang dulu pernah berdagang barang-barang peralatan rumah tangga yang pernah singgah kerumahnya.

Demikian sedikit cerita hari ini semoga bisa menjadi inspirasi untuk kita, bahwa untuk berbuat baik akan lebih utama jika di sertai dengan perasaan ikhlas tanpa berharap imbalan apapun, melakukan perkerjaan dengan tanggung jawab dan selelu memberikan yang terbaik atas apa yang kita lakukan untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain niscaya kebaikanpun akan bersama kita, mungkin besok, lusa, atau nanti jika tidak hari ini. karena Tuhan adalah maha dari segala maha.
trust it.

salam cyber peace love calm and friendly.

(Cerita Kisah Inspiratif segelas susu ini diambil dari buku pengalaman Dr. Howard Kelly dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania, AS)

One comment

  1. artikel yang sangat bagus dan semoga terus maju.

    terima kasih diperbolehkan komen

    untuk yang suka berita sepakbola terbaru terpercaya dan terupdate langsung mampir website
    agen sbobet
    bandar judi bola
    situs taruhan bola
    agen sbobet live

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *