Kenali Gejala dan Tanda-tanda HIV

3 Dekade Berlalu, Ini 7 Pengembangan Vaksin HIV dari Awal hingga Akhir

Gejala atau tanda tanda HIV pada awalnya memang terbilang masih ringan, sehingga sering diabaikan oleh para penderitanya. Akan tetapi, meskipun tidak selalu menimbulkan gejala yang nyata, namun si penderita HIV ini mempunyai potensi menularkan kepada orang lain lho! Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui gejala-gejala awal infeksi HIV. 

Terlepas dari hal itu, deteksi dini pada HIV juga memiliki peranan yang sangat penting agar si penderita segera mendapatkan penanganan yang tepat. Pengobatan pada awal terjadinya infeksi HIV dapat mengendalikan, hingga dapat memperlambat perkembangan virusnya. Istilah HIV itu sendiri merupakan singkatan dari human immunodeficiency virus, yang berupa virus. Ya, virus tersebut akan menyerang sel darah putih, sehingga sistem kekebalan tubuh pada si penderita akan semakin menurun. Dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh, tentu saja akan membuat tubuh si penderita sangat rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit tertentu. 

Sebagian besar masyarakat kita sering menganggap bahwa HIV itu sama dengan AIDS. Padahal, infeksi HIV dengan AIDS ini bisa dibedakan meski keduanya saling berkaitan. AIDS atau acquired immune deficiency syndrome merupakan sekumpulan gejala penyakit, yang muncul karena ada penurunan sistem kekebalan tubuh akibat terinfeksi HIV. Dengan kata lain, AIDS ini diakibatkan dari virus HIV yang terus berkembang. Nah, untuk mempersingkat waktu, mari kita langsung saja ke pembahasan mengenai gejala-gejala dari HIV. Maka dari itu, simaklah baik-baik ulasannya di bawah ini :

Ciri-ciri dan Gejala HIV Aids

* Fase Pertama

Di fase pertama, umumnya akan timbul setelah 2 – 4 minggu infeksi HIV terjadi yang ditandai dengan beberapa gejala seperti di bawah ini : 

– flu

– sariawan

– sakit kepala

– kelelahan

– radang tenggorokan

– hilangnya nafsu makan

– nyeri otot

– ruam

– bengkak kelenjar getah bening

– berkeringat

Gejala-gejala dan tanda HIV tersebut dikarenakan kekebalan tubuh sedang melawan virus. Biasanya, semua gejala-gejala diatas tadi akan berlangsung selama 1 – 2 minggu atau bahkan bisa lebih. 

* Fase Kedua

Di fase kedua, maka si penderita HIV tidak akan memunculkan gejala yang nyata. Bahkan, si penderita ini cenderung terlihat seperti orang yang sehat. Namun yang terjadi sebenarnya, justru virus HIV secara diam-diam sedang berkembang biak dan menyerang sel darah putih. Bukan hanya itu saja, di fase kedua ini juga si penderita bisa menularkannya pada orang lain. Saat memasuki akhir fase kedua, maka sel darah putihnya akan berkurang secara drastis sehingga dapat memunculkan gejala yang lebih parah dari sebelumnya. 

* Fase Ketiga (AIDS)

Fase terakhir bisa dibilang sebagai fase yang terberat bagi penderita HIV. Ya, terang saja demikian, sebab tubuh si penderita hampir kehilangan kemampuannya untuk melawan penyakit. Mengapa bisa demikian? Pasalnya, kondisi tersebut karena jumlah sel darah putih dalam tubuh berada jauh di bawah normal. Pada umumnya, di fase ketiga ini akan disertai dengan beberapa gejala seperti 

– berat badan yang menurun drastis

– sering demam

– tubuh mudah lelah

– diare kronis

– pembengkakan kelenjar getah bening. 

Bahkan yang lebih gawatnya lagi, di fase ketiga ini si penderita AIDS akan sangat rentan terhadap infeksi dan jenis kanker tertentu seperti infeksi jamur pada mulut dan tenggorokan, pneumonia, toksopasmosis, meningitis, TB (tuberkulosis), jenis kanker limfoma dan sarcoma Kaposi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *