Dongeng Legenda Putri Malu

Legenda Makahiya (Putri malu)

Dongeng Legenda :

menurut Wikipedia Dongeng merupakan bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian yang luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) yang dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi Dongeng merupakan bentuk cerita tradisional atau cerita yang disampaikan secara terun-temurun dari nenek moyang.[3] Dongeng berfungsi untuk menyampaikan ajaran moral (mendidik), dan juga menghibur.

Dongeng Legenda Putri malu :
pada jaman dahulu kala di sebuah daerah hidup sepasang suami istri yang sangat menginnginkan seorang anak perempuan, setelah beberapa tahun usia pernikahan mereka belum juga ada tanda-tanda pasangan tersebut akan di karuniai seorang buah hati. siang dan malam mereka terus berdoa memohon kepada yang kuasa agar diberi seorang putri, pada akhirnya mereka di karuniai seorang putri yang sangat cantik dan kemudian mereka memberi nama pada bayinya itu dengan sebutan Maria, keluarga itupun menjadi sangat bahagia, seiring berjalannya waktu putri mereka semakin dewasa, namun maria mempunyai sifat yang sangat pemalu, ia tidak pernah keluar dari kamar untuk bergaul dengan teman-teman sebayanya.

pada suatu hari datanglah sekawanan perampok datang untuk menjarah daerah tersebut, sekumpulan perampok itu sangat kejam, mereka tidak segan menganiaya bahkan membunuh orang-orang yang tidak mau menyerahkan barang-barang berharganya.

mendengar berita itu Pasangan suami istri (orang tua Maria) sangat ketakutan mereka kawatir dan tidak mau kalau putrinya Maria akan di bawa oleh sekawanan perampok tersebut. maka mereka berinisiatif menyembunyikan Maria di antara semak-semak belukar yang tumbuh di belakang rumahnya. sambil menyuruh untuk dian orang tua maria berpesan, ” Jangan pergi dari sini dulu sebelum nanti saya jemput”. maria pun mengangguk perlahan.

pada kesempatan kali ini Cyberwarna akan menyajikan sebuah dongeng tentang legenda putri malu

Akhirnya sampai juga perampok itu ke rumah orang tua maria mereka menjarah semua barang berharga yang ada di rumah itu, dan kedua orang tua maria hanya bisa menyaksikan kejadian itu tanpa mampu memberikan perlawanan sedikitpun.

Akhirnya perampok itupun pergi dari daerah itu setelah berhasil menjarah barnag-barang berharga milik penduduk, kedua orang tua Maria sangat senang karena Maria selamat walaupun semua barang-barang mereka telah habis di jarah oleh perampok, maka pasangan suami istri tersebut segera menuju semak-semak belukar di belakang rumah tempak di mana mereka menyembunyikan Maria.
namun mereka sangat terkejut, mereka tidak menjumpai Maria di antara semak-semak di mana tadi Maria mereka sembunyikan, mereka terus mencari disekitar pekarangan rumah namun tidak juga menemukan Maria bahkan mereka tidak melihat jejak-jejak maria yang mungkin bisa di jadikan petunjuk kemana Maria pergi.
Di antara semak-semak dimana tempat Maria tadi di sembunyikan mereka hanya menemukan sebatang tanaman kecil yang ketika mereka sentuh serta merta langsung mengkatupkan daun-daunnya.

Sumber gambar tumbuhan[dot]net
Sumber gambar tumbuhan[dot]net
Mereka berpikir itulah jelmaan dari putri mereka (Maria) yang kemudian orang-orang di daerah tersebut menyebutnya Tanaman “Makahiya” yang berarti “jangan Di Sentuh” sesuai dengan sifat Maria yang sangat pemalu.

artikel/tulisan di atas hanyalah sebuah dongeng legenda tidak ada bukti autentik yang mendukung kebenaran dari cerita tersebut.
admin menulis artikel ini semata hanya untuk sebuah bacaan ringan dadn bukan untuk diyakini keberadaan dari semua atribut konten cerita diatas, mungkin bisa di jadikan referensi bagi adik-adik kita jika ada tugas untuk mengarang cerita.
sekian dan terima kasih
salam cyber : calm, smart, love and friendly CyberWarna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *