Cinta itu apa ? …

Assalamu’alikum

“Cinta yang sempurna tidak membutuhkan hal yang sempurna untuk dicintai. cinta yang sempurna akan menjadikan apa yang di cintainya menjadi sempurna.”

Cinta Itu apa ?..  ilistrasi nyomot di google
Cinta Itu apa ?..
ilistrasi nyomot di google

selamat malam permirsa. sebenarnya dalam postingan kali ini saya pengen banget menulis artikel yang milangkolis, dengan bahasa syahdu mendayudayu di bumbui kata-kata puitis nan romantis.
namun apalah daya aku tak bisa..
akhirnya ya beginilah hasilnya tulisan yang saya banget sederhana dan apa adanya.
semoga saja pemirsa yang budiman masih ada cita-cita untuk membaca tulisan ini sampai titik penghabisan (#berharap)

sebelumnya apakah anda pernah membaca, mendengar, atau melihat kata yang mirip dengan quote pada paragraf pertama sebagai mukadimah tulisan ini?. pemirsa tidak perlu menjawab, karena pertanyaan saya bukan sesuatu yang penting dan tidak perlu anda harus memutar otak anda beberapa putaran kemasa silam untuk mengingat-ingat lagi tentang tulisan, suara, atau visualisasi tentang apa yang mungkin pernah anda baca, dengar, atau lihat beberapa hari, minggu, bulan bahkan tahun sebelum anda membaca artikel ini.
saya sendiri nulis quote itu berawal setelah saya mendengar ungkapan Zhongwen saat dimana dia melamar Asmara untuk menjadi istrinya. sampai disini anda jangan balik bertanya, siapa Zhongwen, dan siapa Asmara. karena bila para pemirsa bertanya dan kemudian saya harus menjawab, maka artikel ini akan semakin panjang dan imbasnya anda akan malas membacanya hingga selesai, jadi silahkan saja googling ya

ststttttt mulai serius.

bila mana kita bicara tentang cinta tentu tak akan pernah ada habisnya kata-kata untuk menguraikannya.
karena sebenarnya cinta itu sangat Universal. tergantung dari situasi, kondisi, waktu dan juga tempat dimana cinta itu muncul.
setiap individu dalam sebuah situasi dan kondisinya masing-masing tentu akan mendeskripsikan cinta dengan uraian yang berbeda.
cinta seorang Ayah atau ibu kepada anaknya tentu memiliki beberapa perbedaan dengan cinta seseorang kepada kekasihnya.
walaupun inti dari keduanya mempunyai persamaan tentang perasaan kasih sayang namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan pada sisi biologis sifat kemanusiaan.
misalkan saja jika anda sebagai serang anak dari ibu atau bapak dan juga sebagai seorang kekasih dari orang yang anda cintai, tentu anda akan memeliki getaran yang berbeda saat anda memeluk kedua orangtua dengan memeluk kekasih anda. walaupun sebenarnya keduanya memiliki satu perasaan yang sama yaitu cinta.

jika saya boleh berpendapat tentang cinta(saya anggap boleh), menurut saya cinta itu begitu sakral, cinta itu begitu pandai, cinta itu sangat lah kaya dan kuat, cinta itu sangat bijaksana.
dimana cinta tidak akan pernah mampu untuk di uraikan secara baku karena cinta akan mendeskripsikan dirinya sendiri pada setiap situasi dan kondisi yang di hadapi.
cinta akan bicara kepada setiap pribadi yang di dalam hatinya ada sebuah perasaan cinta dengan bahasanya sendiri.
dengan cinta sesorang akan mampu melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak mungkin, dan cinta itu sangat bijaksana, dalam perjalanannya cinta akan menunjukkan seberapa kadar yang harus kita curahkan terhadap object-object yang kita cintai sehingga kita tidak akan menjadi pribadi yang bodoh karena cinta itu sendiri. Bodoh dengan salah memposisikan apa atau siapa yang sebenarnya harus kita tempatkan pada tingkatan tertinggi hingga paling rendah untuk menjadi prioritas atas perasaan cinta yang ada itu.

sampai disini anda mungkin belum mendapatkan seutas benang merah dari penjabaran sebuah kata “Cinta” karena seperti apa yang saya tulis diatas cinta itu begitu padai dan cinta akan menjelaskan tentang cinta itu dengan bahasanya sendiri kepada setiap pribadi dan kemudian tergantung dari tingkat penalaran pribadi itu sendiri untuk merasakan dan mendiskripsikan arti dari Cinta secara gamblang kepada setiap individu.

namun setelah menulis beratus kata sehingga terbentuk sebuah postingan pada blog ini dan jika kembali berkiblat pada quoteCinta yang sempurna tidak membutuhkan hal yang sempurna untuk dicintai. cinta yang sempurna akan menjadikan apa yang di cintainya menjadi sempurna. saya pribadi akan menyimpulkan bahwa cinta adalah ketulusan, keiklasan. dan yang perlu di garis bawahi adalah  cinta yang sempurna tak akan pernah menuntut dan meminta karena cinta itu sendiri sudah sangat kaya sehingga cinta tak lagi butuh apa-apa. dengan cinta akan membuat hal-hal yang ada menjadi lebih baik bahkan SEMPURNA !.
maaf saya jangan di complaint apa lagi sampek di buli karena tulisan ini, karena saya bukanlah seorang psikopat, ahli bahasa,  bukan juga ahli tafsir, atau seorang motivator yang pandai mengutarakan pendapatnya dengan bahsa yang bagus atas penafsiran sesuatu hal hingga para pendengarnya menjadi yakin akan pendapat itu. silahkan para pembaca koreksi dan tulis koreksi anda pada kolom komentar di bawah 😀

wasalamu’alaikum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *