Antara Menantu dan Ibu mertua

menantu dan ibu mertuaSebelum anda melanjutkan membaca artikel berikut, perlu sahabat Cyber ketahui, bahwa artikel ini kami ambil dari salah satu postingan sahabat di sebuah media sosial, kami hanya melakukan sedikit editing untuk merubah nama beberapa tokohnya.
dan kami selaku pe-ngopy dari tulisan ini tidak ada unsur untuk menyinggung pihak lain, bila ada kesamaan nama dan peristiwa mungkin itu hanya sebuah kebetulan yang tidak kami sengaja.

kami Cyber Warna Author’s berbagi cerita ini semata untuk memberikan sedikit pencerahan tentang bagaimana kita harus bersikap dengan orang-orang yang sedari kecil ada dan selalu menjaga keberadaan kita, bagaimana kita harus menghormati orang lain dan bagaimana kita harus bersikap dalam kehidupan berkeluarga, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat yang positif bagi para sahabat Cyber yang berkenan untuk membaca, dan kemudian mampu mengambil makna dan pesan yang terkandung di dalamnya.
sebelum dan sesudahnya kami menghaturkan terima kasih dan mohon maaf kepada Pihak Pertama sebagai penulis, pengarang, atau sebagai pihak yang pertama kali mempublikasikan cerita yang mirip atau sama dengan cerita ini, semoga Anda selalu di beri Kesehatan, Kesejahteraan dan rahmad yang tak terhingga dari Tuhan Yang Maha Esa
Aamiin…

Pagi-pagi sekali, Andin mengetuk pintu rumah
ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya. Dari matanya yang
sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Andin
pasti habis bertengkar lagi dengan Dani suaminya.
Meski heran, karena biasanya Andin hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan Dani. Ayah Andin yang juga
keheranan, segera menghampiri Andin dan
menanyakan masalahnya. Andin mulai menceritakan awal pertengkarannya
dengan Dani tadi malam.
Andin kecewa karena Dani telah membohongi Andin selama ini.
Andin menemukan buku rekening Dani terjatuh di
dalam mobil. Andin baru tahu, kalau Dani selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang
sama. Sementara Andin tahu, uang yang Andin terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, Dani membagi uangnya, setengah untuk Andin, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??

Ayah Andin hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.
“Andin…, yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah dilaknat Allah dan para malaikat karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu” kalimat ayah sontak membuat Andin
kebingungan.
Andin mengira ia akan mendapat dukungan dari
ayahnya.
“Yang kedua, mengenai uang suamimu, kamu
tidak berhak mengetahuinya. Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu. Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga. Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu,
meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh”. Lanjut
ayahnya.

“Andin.., Dani menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita. Dani tidak
menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama. Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan Dani, maka hanya kamulah wanita yang
memilikinya”.
“Dani meminta maaf kepada ayah karena ia hanya
berusaha menghindari pertengkaran denganmu.
Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal
watakmu” mata ayah mulai berkaca-kaca.
“Andin…, kamu harus tahu, setelah kamu
menikah maka yang wajib kamu taati adalah
suamimu. Jika suamimu ridho padamu, maka
Allahpun Ridho. Sedangkan suamimu, ia wajib taat
kepada ibunya. Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya. Jangan sampai kamu menjadi
penghalang bakti suamimu kepada ibundanya”.

“Suamimu, dan harta suamimu milik ayahnya”.
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya. Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan. Kemudian ia membesarkannya hingga
dewasa. Sampai anak laki-lakinya menikah, ia
melepasnya begitu saja. Anak laki-laki itu akan
sibuk dengan kehidupan barunya. Bekerja untuk keluarga barunya. Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya. Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. 1 bulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.
“Kamu yang sejak awal menikah tidak suka
dengan ibu mertuamu. Kenapa? Karena rumahnya
kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana. Anak-anakmu pun tidak akan betah disana. Andin.., mendengar ini ayah sakit sekali”.
“Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana. Bagaimana dengan ibu mertuamu yang di
biarkan saja untuk tinggal disana?”
“Uang itu diberikan untuk ibunya. Dani ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan. Dari uang itu ibunda Dani hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin
dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu” lanjut ayah.

Andin membatin dalam hatinya, uang yang di
berikan Dani sering dikeluhkannya kurang. Karena Andin butuh banyak pakaian untuk mengantar
jemput anak sekolah. Andin juga sangat menjaga
penampilannya untuk merawat wajah dan
tubuhnya di spa. Berjalan-jalan setiap minggu.
Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.
Andin menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan. Tukang gorengan yang berhasil menjadikan Dani seorang sarjana, mendapatkan pekerjaan yang diidamkan banyak orang. Berhasil mandiri, hingga Andin bisa menempati rumah
yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.

“Ayaaah, maafkan Andin”, tangis sarah meledak.
Ibunda Andin yang sejak tadi duduk di samping Andin segera memeluk Andin.
“Andin, kembalilah ke rumah suamimu. Ia orang baik. Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya. Bantu suamimu menggapai surganya, dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga”.
Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga
Andin.
Andin hanya menjawabnya dengan anggukan, ia
menahan tangisnya. Batinnya sakit, menyesali sikapnya.
Namun Andin berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya…
Subhanallah….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *